Langsung ke konten utama

Postingan

TAKUT BELANJA DISAAT PANDEMI?

BELANJA SEHAT DAN TERHINDAR DARI CORONAVIRUS Adanya berbagai mitos mengatakan bahwa belanja online dari luar negeri membawa coronavirus dan muncul ketakutan untuk membelinya, namun hal itu juga terjadi di wilayah domestik tidak luput dari pikiran masyarakat. Namun ketakutan itu anehnya tidak menghalangi beberapa orang untuk membeli berbagai barang yang digunakan untuk perayaan hari-hari besar. Berdasarkan post Suara , terdapat warga yang berbelanja keperluan lebaran di pusat perbelanjaan dengan alasan agar bisa langsung melihat kualitas dan memastikan ukuran barang yang dibeli. Belanja online atau offline menjadi sebuah kebimbangan karena dua-duanya memiliki kemungkinan adanya perpindahan virus dalam produk yang dibeli ke tangan pembeli, meskipun belanja online menjadi sebuah pilihan yang paling banyak diminati saat ini. Penggunaan aplikasi belanja online, berdasarkan post  Katadata.co.id  dalam siaran pers, Senin (13/4), ADA mencatat penggunaan aplikasi belanja online melonja...
Postingan terbaru

GIMANA SIH UMKM BISA GO DIGITAL?

TIPS DIGITALISASI UMKM MENGHADAPI PANDEMI Berdasarkan post katadata , dampak pandemi terhadap UMKM terlihat dari hasil survei Katadata Insight Center (KIC) terhadap 206 pelakunya di Jabodetabek periode Juni 2020. 63,9% responden menyatakan pendapatannya menurun lebih dari 30% dibandingkan sebelum Covid-19 merebak.  Sebaliknya, hanya 1,6% responden yang menyatakan pendapatannya meningkat lebih dari 30%. Sementara, hanya 0,6% responden yang menyatakan pendapatannya tak berubah dibandingkan sebelum pandemi virus corona. Sebelumnya hal-hal mengenai  digitalisasi UMKM  pernah dibahas di  post blog  ini, menjelaskan tiga manfaat, beberapa tujuan dan berbagai kendala yang dapat dihadapi dalam mengatasi pandemi ini. Mengenai tips agar sukses membuat UMKM  go digital  saat ini dalam wabah pandemi COVID 19 menjadi sebuah solusi yang dapat dilakukan dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para pelaku usaha saat ini, dijelaskan dibawah ini : Membuat E-Brochur...

COD E-COMMERCE DALAM COVID 19?

Cash On Delivery dalam Pandemi Cash On Delivery  Digitalisasi UMKM yang masuk kedalam e-commerce terus berkembang, namun dalam keadaan New Normal ini terdapat himbauan untuk menggunakan metode pembayaran non tunai dalam segala transaksi yang berlangsung. Anehnya, metode pembayaran yang diminati masyarakat saat ini adalah COD (Cash On Delivery). COD adalah metode pembayaran yang dilakukan secara langsung di tempat setelah pesanan dari kurir diterima oleh Pembeli. Berdasarkan post katadata , Startup penyedia solusi pengelolaan toko online, TokoTalk, mencatat bahwa transaksi COD semakin populer di daerah yang kasus positif Covid-19 cukup tinggi. “Seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur,” ujar Head of Business Development TokoTalk Kemas Antonius dikutip dari siaran pers, Senin (3/8). Berdasarkan data internal TokoTalk, porsi transaksi COD di Jawa Barat mencapai 37,09%. Sedangkan DKI Jakarta 31,24%, Jawa Timur 11,05%, dan Bekasi 7,05%. Konsumen ya...

PENTING GAK SIH DIGITALISASI UMKM?

UMKM ONLINE YUK! Saat ini keadaan kesehatan masyarakat masih dalam keadaan darurat karena pandemi COVID-19. Keadaan New Normal sudah mulai diberlakukan, namun keadaan UMKM masih dalam penurunan, solusi yang disarankan pemerintah saat ini yaitu digitalisasi UMKM. Menurut laporan  katadata , Hasil survei menunjukkan hanya 5,9% UMKM yang mampu memetik untung ditengah pandemi. Namun di sisi lain, ada 82,9% pelaku usaha yang terkena dampak negatif pandemi. Bahkan 63,9% mengalami penurunan omzet lebih dari 30%.  Berdasarkan post lampost.co , Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki mengatakan "Ada tiga manfaat digitalisasi. Pertama, Koperasi dan UMKM yang terhubung dalam marked digital punya akses yang besar. Kedua, memudahkan pembiayaan. Ketiga, proses lebih efektif, efesien, berkualitas dan akuntabel. Digitalisasi meminimalisir hambatan yang ada"  Dalam tiga manfaat ini tentu akan berpengaruh pada keberlangsungan UMKM kedepannya, sehingga patut untuk dicoba layaknya pe...

UMKM VS COVID-19, REAKSI PEMERINTAH?

PEMERINTAH TERHADAP UMKM DALAM PANDEMIK COVID-19 Penurunan UMKM Kondisi Covid-19 di Indonesia ini masih belum selesai pengaruhnya dalam kesehatan masyarakat, begitu pula bertemu dengan permasalahan umkm yang membuat keberlangsungan kegiatan jual beli semakin menurun. Berdasarkan post dari okezone bahwa Kementerian Koperasi dan UKM mencatat 43% UMKM berhenti beroperasi akibat pandemi virus corona atau Covid-19 pada April 2020. Sedangkan survei dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran, hampir sama yakni 47% UMKM di Jawa Barat sudah berhenti. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada diskusi secara virtual di Jakarta. Salah satunya contohnya dari databooks berdampak pada UMKM di bidang pariwisata. Pada kedua unit usaha tersebut, lingkup usaha mikro yang paling besar terdampak, yaitu sebanyak 27% usaha mikro pada unit usaha makanan dan minuman dan 17,03% pada kerajinan dari kayu dan rotan. Sebagai informasi, total kerugian dari sektor pariw...

PILIH BELANJA ONLINE/OFFLINE SAAT COVID-19?

gambar diambil dari  sini Online Kondisi saat ini yang melanda Indonesia, membuat banyak kekhawatiran dalam berbagai hal salah satunya aktivitas berbelanja. apakah harus memilih cara offline yang mendatangi toko/tempat berbelanja nya seara langsung atau offline yang tidak perlu datang namun mendapatkan produk agak lama bahkan terkadang tidak terestimasi kedatangannya di tangan. Aplikasi belanja online Penggunaan aplikasi belanja online, berdasarkan post Katadata.co.id  dalam siaran pers, Senin (13/4), ADA mencatat penggunaan aplikasi belanja online melonjak hingga 300% ketika social distancing diterapkan, demi menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19. Kunjungan ke pusat perbelanjaan anjlok akibat Covid-19. Penurunan banyak terjadi sejak 15 Maret 2020, dengan rata-rata penurunan kunjungan di beberapa pusat perbelanjaan berkisar lebih dari 50%, dibandingkan dengan awal 2020. Aplikasi yang banyak dikunjungi berdasarkan post Katadata.co.id  yaitu  Shopee ...

Profil UMKM Ibu Tati Yuliati

WARUNG IBU TATI YULIATI     Usaha Mikro Kecil Menengah yang dimiliki Ibu Tati Yuliati ini telah dibangun sejak pertengahan tahun 2011 di rumahnya, sebelumnya pernah memiliki kios menjual sembako di pasar Padayungan tahun 2005-2006 sembari menyekolahkan anak ketiganya di TK Al-Burhan kemudian memulai kembali berjualan beras di dalam rumahnya di tahun 2009-2010 dengan metode promosi mouth-to-mouth sembari berfokus dalam mengurus ketiga anaknya. Warung ini sebelumnya memulai kembali dalam penjualan sembako, namun semakin lama berubah arah menjadi penjualan jajanan dan bumbu dapur. Lokasi warung ini dapat ditemukan di peta google map lebih dalam namun tampilan di street view terhalang oleh rumah berwarna biru, tempatnya berada disekitar tempat penyewaan kos, mesjid dan madrasah sehingga konsumen yang didapatkan rata-rata anak kecil, mahasiswa dan warga setempat. Warung ini menjual berbagai jajanan, bumbu dapur, air mineral dan perlengkapan pembersih rumah. Kota Tasikmalaya, Kelura...