Langsung ke konten utama

GIMANA SIH UMKM BISA GO DIGITAL?

TIPS DIGITALISASI UMKM MENGHADAPI PANDEMI


Berdasarkan post katadata, dampak pandemi terhadap UMKM terlihat dari hasil survei Katadata Insight Center (KIC) terhadap 206 pelakunya di Jabodetabek periode Juni 2020. 63,9% responden menyatakan pendapatannya menurun lebih dari 30% dibandingkan sebelum Covid-19 merebak. Sebaliknya, hanya 1,6% responden yang menyatakan pendapatannya meningkat lebih dari 30%. Sementara, hanya 0,6% responden yang menyatakan pendapatannya tak berubah dibandingkan sebelum pandemi virus corona.

Sebelumnya hal-hal mengenai digitalisasi UMKM pernah dibahas di post blog ini, menjelaskan tiga manfaat, beberapa tujuan dan berbagai kendala yang dapat dihadapi dalam mengatasi pandemi ini. Mengenai tips agar sukses membuat UMKM go digital saat ini dalam wabah pandemi COVID 19 menjadi sebuah solusi yang dapat dilakukan dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para pelaku usaha saat ini, dijelaskan dibawah ini :

  • Membuat E-Brochure

E-Brochure atau brosur elektronik penting bagi pelaku UMKM dalam mempromosikan dan memasarkan produknya secara daring. Hal ini disampaikan Kepala Bisnis Ritel Smesco Indonesia, Krismayu Noviani Bandie.

  • Masuk ke Marketplace

Saran selanjutnya agar pelaku UMKM bisa bersaing saat go digital adalah dengan masuk ke marketplace atau aplikasi pemasaran daring, seperti e-commerce. Hal ini disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada 27 Juni lalu saat menjadi pemateri diskusi Kagama Inkubasi Bisnis.

  • Menjual Produk yang Sedang Dibutuhkan
Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19 mengubah laju mobilitas penduduk. Hal ini turut mengakibatkan perubahan pada pendapatan dan pola konsumsi masyarakat. Tips selanjutnya adalah pelaku UMKM menjual produk yang sedang dibutuhkan. Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia Jefri R Sirarit. Menurutnya, di tengah pandemi ini produk yang sedang dibutuhkan adalah makanan dan perlengkapan kesehatan. Selain itu, menurut databoks produk busana saat ini paling diminati konsumen.


Katadata Insight Center bekerja sama dengan Kredivo melakukan riset terhadap perilaku konsumen e-commerce di Indonesia. Riset tersebut menjangkau lebih dari 10 juta sampel transaksi di sejumlah marketplace (Blibli, Bukalapak, JD.ID, Lazada, Shopee, dan Tokopedia). Data berasal dari hampir satu juta pengguna Kredivo pada Januari hingga Desember 2019.

Dari ketiga tips diatas, diharapkan dapat diikuti sehingga bermanfaat bagi pelaku UMKM dalam menghadapi berbagai masalah yang ditimbulkan dalam pandemi COVID 19 saat ini, terus berkreatif dalam berbagai media online/ offline sehingga dapat menjangkau konsumen lebih dekat dan lebih cepat menemukan permintaannya.

Penulis : Hilya Nurhidayanti

(dalam program kegiatan KKN Mandiri Universitas Siliwangi)



Komentar

  1. Ayo bergabung di IONQQ dan nikmati deposit/withdraw yang cepat tanpa harus menunggu lama
    IONQQ menyedikaan bonus rollingan 0.3% dan referral 20%
    Ayo segera bergabung bersma kami
    WA : +855 1537 3217

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMKM VS COVID-19, REAKSI PEMERINTAH?

PEMERINTAH TERHADAP UMKM DALAM PANDEMIK COVID-19 Penurunan UMKM Kondisi Covid-19 di Indonesia ini masih belum selesai pengaruhnya dalam kesehatan masyarakat, begitu pula bertemu dengan permasalahan umkm yang membuat keberlangsungan kegiatan jual beli semakin menurun. Berdasarkan post dari okezone bahwa Kementerian Koperasi dan UKM mencatat 43% UMKM berhenti beroperasi akibat pandemi virus corona atau Covid-19 pada April 2020. Sedangkan survei dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran, hampir sama yakni 47% UMKM di Jawa Barat sudah berhenti. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada diskusi secara virtual di Jakarta. Salah satunya contohnya dari databooks berdampak pada UMKM di bidang pariwisata. Pada kedua unit usaha tersebut, lingkup usaha mikro yang paling besar terdampak, yaitu sebanyak 27% usaha mikro pada unit usaha makanan dan minuman dan 17,03% pada kerajinan dari kayu dan rotan. Sebagai informasi, total kerugian dari sektor pariw...

PILIH BELANJA ONLINE/OFFLINE SAAT COVID-19?

gambar diambil dari  sini Online Kondisi saat ini yang melanda Indonesia, membuat banyak kekhawatiran dalam berbagai hal salah satunya aktivitas berbelanja. apakah harus memilih cara offline yang mendatangi toko/tempat berbelanja nya seara langsung atau offline yang tidak perlu datang namun mendapatkan produk agak lama bahkan terkadang tidak terestimasi kedatangannya di tangan. Aplikasi belanja online Penggunaan aplikasi belanja online, berdasarkan post Katadata.co.id  dalam siaran pers, Senin (13/4), ADA mencatat penggunaan aplikasi belanja online melonjak hingga 300% ketika social distancing diterapkan, demi menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19. Kunjungan ke pusat perbelanjaan anjlok akibat Covid-19. Penurunan banyak terjadi sejak 15 Maret 2020, dengan rata-rata penurunan kunjungan di beberapa pusat perbelanjaan berkisar lebih dari 50%, dibandingkan dengan awal 2020. Aplikasi yang banyak dikunjungi berdasarkan post Katadata.co.id  yaitu  Shopee ...

TAKUT BELANJA DISAAT PANDEMI?

BELANJA SEHAT DAN TERHINDAR DARI CORONAVIRUS Adanya berbagai mitos mengatakan bahwa belanja online dari luar negeri membawa coronavirus dan muncul ketakutan untuk membelinya, namun hal itu juga terjadi di wilayah domestik tidak luput dari pikiran masyarakat. Namun ketakutan itu anehnya tidak menghalangi beberapa orang untuk membeli berbagai barang yang digunakan untuk perayaan hari-hari besar. Berdasarkan post Suara , terdapat warga yang berbelanja keperluan lebaran di pusat perbelanjaan dengan alasan agar bisa langsung melihat kualitas dan memastikan ukuran barang yang dibeli. Belanja online atau offline menjadi sebuah kebimbangan karena dua-duanya memiliki kemungkinan adanya perpindahan virus dalam produk yang dibeli ke tangan pembeli, meskipun belanja online menjadi sebuah pilihan yang paling banyak diminati saat ini. Penggunaan aplikasi belanja online, berdasarkan post  Katadata.co.id  dalam siaran pers, Senin (13/4), ADA mencatat penggunaan aplikasi belanja online melonja...