Langsung ke konten utama

TAKUT BELANJA DISAAT PANDEMI?

BELANJA SEHAT DAN TERHINDAR DARI CORONAVIRUS


Adanya berbagai mitos mengatakan bahwa belanja online dari luar negeri membawa coronavirus dan muncul ketakutan untuk membelinya, namun hal itu juga terjadi di wilayah domestik tidak luput dari pikiran masyarakat. Namun ketakutan itu anehnya tidak menghalangi beberapa orang untuk membeli berbagai barang yang digunakan untuk perayaan hari-hari besar. Berdasarkan post Suara, terdapat warga yang berbelanja keperluan lebaran di pusat perbelanjaan dengan alasan agar bisa langsung melihat kualitas dan memastikan ukuran barang yang dibeli.

Belanja online atau offline menjadi sebuah kebimbangan karena dua-duanya memiliki kemungkinan adanya perpindahan virus dalam produk yang dibeli ke tangan pembeli, meskipun belanja online menjadi sebuah pilihan yang paling banyak diminati saat ini. Penggunaan aplikasi belanja online, berdasarkan post Katadata.co.id dalam siaran pers, Senin (13/4), ADA mencatat penggunaan aplikasi belanja online melonjak hingga 300% ketika social distancing diterapkan, demi menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19

Sumber berita lain dari Jakarta Post, menjelaskan bahwa Cina memberitakan ada beberapa kasus dari makanan beku yang dikemas terkontaminasi coronavirus, sedangkan di Selandia Baru dikatakan sedang menginvestigasi kemungkinan kasus terbaru COVID-19 dari jejak kargo impor.

Sedangkan menurut WHO, sejauh ini, makanan tidak menyebarkan COVID-19 baik makanan produksi lokal maupun yang diimpor aman untuk dikonsumsi, yang terpenting adalah rajinlah mencuci tangan untuk memastikan keamanan pangan dan menjaga kesehatan.

Berbelanjalah dengan aman, pilih pangan dengan tepat, dan lindungi diri dari COVID-19 maupun berbagai penyakit lainnya. Lakukan tata cara dalam berbelanja di bawah ini.
Sebelum berbelanja :
1. Rencanakan dahulu masakan yang akan dibuat dan susun daftar bahan-bahan yang dibutuhkan :
- sertakan banyak buah-buahan dan sayur-mayur.
- batasi lemak jenuh dan lemah trans/minyak, gula, dan garam.
2. Cek kapasitas tempat penyimpanan di rumah Anda, terutama di kulkas dan lemari pembeku.

Saat berbelanja di pasar tradisional :
1. Jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain.
2. Cuci tangan atau bersihkan tangan dengan caira antiseptik secara rutin, terutama setelah menyentuh pangan mentah yang berasal dari hewan, uang, dan permukaan lainnya.
3. Jangan menyentuh hewan yang masih hidup
4. Jangan membeli hewan liar

Saat berbelanja di supermarket :
1. Jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain.
2. Cek tanggal kadaluwarsa pangan.
3. Pastikan kemasan pangan tidak rusak.
4. Prioritaskan produk yang segar dan sayur-mayur yang beku.
5. Bersihkan tangan setelah menyentuh uang dan permukaan lainnya.

Ketika pulang ke rumah setelah berbelanja :
1. Cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun.
2. Keluarkan bahan pangan dan simpan dengan tepat, perhatikan tanggal kedaluwarsa.
3. Bersihkan permukaan dapur dengan air dan sabun setelahnya.
4. Cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun setelah selesai.

Mengenai berapa lama virus dapat bertahan lama di permukaan benda, menurut WHO hal  yang paling penting adalah coronavirus mudah dibersihkan menggunakan disinfektan rumah tangga biasa yang dapat membunuh virus tersebut. Penelitian telah menunjukkan bahwa virus COVID-19 dapat bertahan hingga 72 jam pada plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga, dan kurang dari 24 jam pada karton.

Pastikan selalu menjaga kebersihan tangan dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir, atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Hindari menyentuh mata, mulut atau hidung.

Penulis : Hilya Nurhidayanti

(dalam program kegiatan KKN Mandiri Universitas Siliwangi)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMKM VS COVID-19, REAKSI PEMERINTAH?

PEMERINTAH TERHADAP UMKM DALAM PANDEMIK COVID-19 Penurunan UMKM Kondisi Covid-19 di Indonesia ini masih belum selesai pengaruhnya dalam kesehatan masyarakat, begitu pula bertemu dengan permasalahan umkm yang membuat keberlangsungan kegiatan jual beli semakin menurun. Berdasarkan post dari okezone bahwa Kementerian Koperasi dan UKM mencatat 43% UMKM berhenti beroperasi akibat pandemi virus corona atau Covid-19 pada April 2020. Sedangkan survei dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran, hampir sama yakni 47% UMKM di Jawa Barat sudah berhenti. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada diskusi secara virtual di Jakarta. Salah satunya contohnya dari databooks berdampak pada UMKM di bidang pariwisata. Pada kedua unit usaha tersebut, lingkup usaha mikro yang paling besar terdampak, yaitu sebanyak 27% usaha mikro pada unit usaha makanan dan minuman dan 17,03% pada kerajinan dari kayu dan rotan. Sebagai informasi, total kerugian dari sektor pariw...

PILIH BELANJA ONLINE/OFFLINE SAAT COVID-19?

gambar diambil dari  sini Online Kondisi saat ini yang melanda Indonesia, membuat banyak kekhawatiran dalam berbagai hal salah satunya aktivitas berbelanja. apakah harus memilih cara offline yang mendatangi toko/tempat berbelanja nya seara langsung atau offline yang tidak perlu datang namun mendapatkan produk agak lama bahkan terkadang tidak terestimasi kedatangannya di tangan. Aplikasi belanja online Penggunaan aplikasi belanja online, berdasarkan post Katadata.co.id  dalam siaran pers, Senin (13/4), ADA mencatat penggunaan aplikasi belanja online melonjak hingga 300% ketika social distancing diterapkan, demi menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19. Kunjungan ke pusat perbelanjaan anjlok akibat Covid-19. Penurunan banyak terjadi sejak 15 Maret 2020, dengan rata-rata penurunan kunjungan di beberapa pusat perbelanjaan berkisar lebih dari 50%, dibandingkan dengan awal 2020. Aplikasi yang banyak dikunjungi berdasarkan post Katadata.co.id  yaitu  Shopee ...