Langsung ke konten utama

UMKM VS COVID-19, REAKSI PEMERINTAH?

PEMERINTAH TERHADAP UMKM DALAM PANDEMIK COVID-19


Penurunan UMKM

Kondisi Covid-19 di Indonesia ini masih belum selesai pengaruhnya dalam kesehatan masyarakat, begitu pula bertemu dengan permasalahan umkm yang membuat keberlangsungan kegiatan jual beli semakin menurun. Berdasarkan post dari okezone bahwa Kementerian Koperasi dan UKM mencatat 43% UMKM berhenti beroperasi akibat pandemi virus corona atau Covid-19 pada April 2020.

Sedangkan survei dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran, hampir sama yakni 47% UMKM di Jawa Barat sudah berhenti. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada diskusi secara virtual di Jakarta. Salah satunya contohnya dari databooks berdampak pada UMKM di bidang pariwisata.

Pada kedua unit usaha tersebut, lingkup usaha mikro yang paling besar terdampak, yaitu sebanyak 27% usaha mikro pada unit usaha makanan dan minuman dan 17,03% pada kerajinan dari kayu dan rotan. Sebagai informasi, total kerugian dari sektor pariwisata mencapai US$ 2 miliar dengan penurunan pertumbuhan pesawat sebesar 0,013%, penyediaan akomodasi sebesar 0,008%, dan makanan minuman sebesar 0,006%.

Dalam penurunan UMKM ini, menurut katadata pandemi Covid-19 memang memaksa UMKM di banyak sektor untuk merambah layanan digital. Sebab, pemerintah menerapkan kebijakan jaga jarak fisik guna meminimalkan potensi penularan virus corona. 

Namun, UMKM memiliki mengalami berbagai tantangan seperti belum mampu menggunakan internet (34%) dan kurangnya pengetahuan menjalankan usaha online (23,8%). Lalu, pegawai tak siap (19,9%), infrastruktur tidak layak (18,4%), dana kurang memadai (9,7%), dan banyaknya pesaing (3,4%).

Reaksi Pemerintah

Berdasarkan post katadata lainnya, menyiapkan enam langkah untuk mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM yang terdampak pandemi corona. Menteri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan enam program yang telah disusun yakni perluasan akses pasar, peningkatan daya saing, pengembangan kewirausahaan, akselerasi pembiayaan dan investasi, kemudahan dan kesempatan berusaha dan koordinasi lintas sektor. Nantinya, program tersebut akan dijalankan di setiap daerah.

Selain itu, pemerintah memberikan bantuan dana untuk UMKM berdasarkan katadata, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) hingga Selasa (21/7) telah menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM sebesar Rp 11,8 triliun atau setara 9,58%. Adapun jumlah penerima manfaat dari bantuan tersebut telah mencapai 1.095.950 pelaku usaha.

UMKM beroperasi dalam teknologi digital

Penanganan Pemerintah terhadap UMKM dapat memberikan bantuan dalam melancarkan usaha yang dijalani, digitalisasi dalam era teknologi yang semakin maju ini yang sesuai dengan langkah dari pencapaian tujuan seperti kesejahteraan para pelaku UMKM dan kestabilan/ peningkatan pendapatan yang dapat didapatkan nanti.


Penulis : Hilya Nurhidayanti

(dalam program kegiatan KKN Universitas Siliwangi 2020)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PILIH BELANJA ONLINE/OFFLINE SAAT COVID-19?

gambar diambil dari  sini Online Kondisi saat ini yang melanda Indonesia, membuat banyak kekhawatiran dalam berbagai hal salah satunya aktivitas berbelanja. apakah harus memilih cara offline yang mendatangi toko/tempat berbelanja nya seara langsung atau offline yang tidak perlu datang namun mendapatkan produk agak lama bahkan terkadang tidak terestimasi kedatangannya di tangan. Aplikasi belanja online Penggunaan aplikasi belanja online, berdasarkan post Katadata.co.id  dalam siaran pers, Senin (13/4), ADA mencatat penggunaan aplikasi belanja online melonjak hingga 300% ketika social distancing diterapkan, demi menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19. Kunjungan ke pusat perbelanjaan anjlok akibat Covid-19. Penurunan banyak terjadi sejak 15 Maret 2020, dengan rata-rata penurunan kunjungan di beberapa pusat perbelanjaan berkisar lebih dari 50%, dibandingkan dengan awal 2020. Aplikasi yang banyak dikunjungi berdasarkan post Katadata.co.id  yaitu  Shopee ...

TAKUT BELANJA DISAAT PANDEMI?

BELANJA SEHAT DAN TERHINDAR DARI CORONAVIRUS Adanya berbagai mitos mengatakan bahwa belanja online dari luar negeri membawa coronavirus dan muncul ketakutan untuk membelinya, namun hal itu juga terjadi di wilayah domestik tidak luput dari pikiran masyarakat. Namun ketakutan itu anehnya tidak menghalangi beberapa orang untuk membeli berbagai barang yang digunakan untuk perayaan hari-hari besar. Berdasarkan post Suara , terdapat warga yang berbelanja keperluan lebaran di pusat perbelanjaan dengan alasan agar bisa langsung melihat kualitas dan memastikan ukuran barang yang dibeli. Belanja online atau offline menjadi sebuah kebimbangan karena dua-duanya memiliki kemungkinan adanya perpindahan virus dalam produk yang dibeli ke tangan pembeli, meskipun belanja online menjadi sebuah pilihan yang paling banyak diminati saat ini. Penggunaan aplikasi belanja online, berdasarkan post  Katadata.co.id  dalam siaran pers, Senin (13/4), ADA mencatat penggunaan aplikasi belanja online melonja...